Wednesday, October 16, 2013
Empat hari yang
lalu genap sudah umurku 26 tahun, seperempat abad lebih satu tahun. Bagiku hari
ulang tahun sama saja dengan hari-hari biasa, karena setiap detik jatah hidup
manusia di dunia ini semakin berkurang. Aku hanya berharap semakin hari semakin
lebih baik, tak lebih. Akhir2 ini aku merasa dikejar2 rasa bersalah,
menyedihkan. Ya..setiap hari, dihitung dari hari turunnya hasil ujianku aku
selalu berusaha mengumpulkan keberanian untuk berterus terang kepada keluargaku
bahwa tahun ini aku gagal lagi. Tidak lulus alias belum bisa WISUDA. Aku tahu, kali ini aku benar2 memang seorang
pengecut, bukan seperti aku yang dulu. Tuhanku, Allah..beri aku keberanian.
Setiap hari aku mengumpulkan kekuatan untuk bisa menerima kenyataan ini. Bahkan
tak jarang aku berharap ada keajaiban kalo sebenarnya hasil ujian yang tertulis
adalah kesalahan dosenku, dan aku berharap ketika aku melihat nilaiku nanti,
aku lulus. Sangat konyol memang. Tapi aku sangat berharap ini terjadi. Sungguh
tak apa bagiku tidak mengikuti prosesi wisuda seperti teman2 yang lain, asalkan
aku lulus. Totally crazy, hihi.
Kata kakak kelasku
yang sekelas denganku dan kebetulan sama2 belum lulus, belum lulus tahun ini
berarti kita masih dikasih waktu untuk belajar lebih baik lagi. This is not
fair. Tapi aku berusaha untuk menerima kata2nya itu. Aku hanya yakin bahwa
dibalik semua ini pasti ada hikmahnya. Allah memang selalu ngasih surprise buat
kita, kata Zaini, temen satu angkatanku. Aku pernah denger juga katanya kita
harus memperbaiki niat kita belajar di Azhar ini. Mungkin saja kita salah niat,
maknya belum lulus juga. kalo diinget lagi seingetku niatku gak aneh2 deh. Aku
cuma niat belajar agar jadi orang berguna dan bisa membahagiakan orang
sekelilingku, terutama keluargaku. Tentulah juga nianya Lillahi Ta'ala. Aku
rasa gak ada yang salah dengan niatku. Bahkan setiap selepasa sholat 5 waktu
aku selalu berdo'a untuk kelancaran studiku, bukan hanya saat2 ujian saja.
Hanya saja belajarku yang kurang maksimal, tapi aku tetep belajar kok . Usaha
udah, berarti tinggal do'a dan tawakkal untuk menghadapi hasil ujian. Tawakkal
berarti menyerahkan semua keputusan kepada YAng Maha Kuasa dan Berkehendak, aku
hanya meminta kelulusan. Ya, hanya do'a itu yang selalu aku panjatkan ketika tengah
menunggu hasil ujian. Semoga diberikan yang terbaik menurut-Nya. Bahkan menurut
temanku itu do'a orang yang PESIMIS. Ketika berdo'a mintalah yang banyak,
jangan hanya minta yang terbaik. Ya Salaam..ini kurang sopan menurutku. Pernah
suatu saat temanku mendo'akanku semoga diberi nilai Mumtaz. Dan aku hanya bisa
mengamini do'anya sambil berfikir apakah aku pantas untuk dapat predikat
MUMTAZ????. Aku hanya merasa kurang pantas jika mendapat predikat itu karena
aku tahu seberapa kemampuanku dan bagaimana cara belajarku. Rasanya belum
pantas bagiku untuk mendapat predikat itu. Dan aku tahu itu karena setiap tahun
hasil ujianku tidak terlalu memuaskan. Tapi aku sadar kalau ini semua adalah
hasil yang sesuai dengan usahaku. Aku selalu bersyukur.
Kadang aku nggak
ngerti dengan rencana Allah untukku. Setiap kali aku yakin kalau hasil ujianku
nanti bagus, setiap itu juga hasil ujianku menyedihkan. Bukankah setiap perkara
akan berbuah baik jika diyakini akan baik hasilnya?. Dan begitu juga
sebaliknya. I'm confused. Akhirnya aku putuskan untuk selalu berserah diri
kepada-Mu untuk semua yang akan terjadi padaku, seperti do'aku biasanya. Aku
hanya berharap semoga yang Engkau putuskan adalah yang terbaik untukku. Karena
aku yakin itu selalu yang terbaik.